Analisis Implementasi Program Bina Gerak bagi Kemandirian Motorik Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif
Keywords:
Anak Berkebutuhan Khusus, Bina Gerak, Pendidikan Inklusif, Terapi Motorik , Kemandirian FisikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis implementasi program bina gerak dalam meningkatkan kemandirian motorik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya tunadaksa dan Cerebral Palsy, di sekolah inklusif. Masalah utama yang mendasari kajian ini adalah tingginya angka hambatan fisik pada siswa ABK yang seringkali tidak diimbangi dengan ketersediaan modifikasi instruksional yang presisi serta minimnya kompetensi pendidik dalam bidang ortopedagogik. Melalui metode systematic literature review berpedoman pada alur PRISMA terhadap 17 artikel jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2017 hingga 2026, penelitian ini mengeksplorasi berbagai inovasi intervensi fisiologis dan pendekatan pedagogi adaptif. Hasil telaah menunjukkan bahwa program bina gerak yang berlandaskan pada kerangka asesmen multidimensi mampu mengidentifikasi hambatan motorik secara spesifik. Intervensi mekanis seperti stretching Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF), penggunaan alat bantu walker, dan integrasi seni visual (hatching) menunjukkan dampak positif yang substansial dalam menurunkan spastisitas dan memfasilitasi kemandirian menulis. Kolaborasi ekologis yang melibatkan program toilet training berbasis keluarga dan ekstrakurikuler olahraga adaptif juga memberikan kontribusi positif terhadap resiliensi mental siswa. Kesimpulannya, efektivitas bina gerak sangat bergantung pada sinergi individualisasi asesmen, keterlibatan keluarga, dan peningkatan keahlian Guru Pendamping Khusus secara berkelanjutan.