Pengembangan Model Pendampingan Bina Gerak untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik dan Kemandirian Anak Tunadaksa di Sekolah Inklusif
Keywords:
Gerak, Tunadaksa, Hambatan Motorik, Sekolah Inklusif, KemandirianAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan pendampingan gerak pada anak tunadaksa dengan hambatan motorik di sekolah inklusif dan menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kemampuan gerak dan kemandirian siswa. Metode studi kasus dalam kerangka penelitian kualitatif diterapkan terhadap seorang peserta didik kelas III yang memiliki keterbatasan gerak. Proses perolehan data dilaksanakan secara menyeluruh melalui pengamatan langsung, diskusi mendalam bersama guru, serta pengumpulan dokumentasi berupa pengumpulan arsip bukti belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan gerak yang dilakukan secara teratur, bertahap, dan berfokus pada kebutuhan individu dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar seperti keseimbangan dan koordinasi, serta motorik halus seperti kemampuan menggenggam dan mengontrol gerakan tangan. Selain itu, terjadi peningkatan kemandirian siswa dalam aktivitas sehari-hari, seperti berpindah tempat dan mengikuti kegiatan belajar. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan aktif guru, penggunaan media sederhana, dan latihan yang dilakukan secara konsisten. Namun, terdapat kendala berupa keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan khusus dan kurangnya fasilitas pendukung di sekolah inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa pendampingan gerak yang adaptif dan berkelanjutan sangat penting dalam mendukung perkembangan motorik dan kemandirian anak tunadaksa di lingkungan pendidikan inklusif, serta memberikan gambaran praktis penerapannya oleh guru di sekolah dengan keterbatasan sumber daya.