Analisis Pengambilan Keputusan Penetapan Standar Kelulusan Siswa Berdasarkan Perspektif Satisficing Dan Model Inkremental Di Sekolah Dasar
Keywords:
Pengambilan Keputusan, Standar Kelulusan, Satisficing Model, Model InkrementalAbstract
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana proses pengambilan keputusan dalam menentukan standar kelulusan siswa di SDN 18 Air Tawar Selatan, Kota Padang. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan pada Mei 2026. Hasil studi menunjukkan bahwa penetapan standar kelulusan di sekolah ini tergolong sebagai keputusan terprogram (programmed decision) yang sepenuhnya mengacu pada regulasi Dinas Pendidikan. Meskipun evaluasi telah dirancang secara holistik meliputi ranah kognitif, keterampilan, sosial, hingga spiritual melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG), penerapannya di lapangan masih menyisakan dilema. Jika dibedah secara teoritis, fenomena ini merefleksikan Satisficing Model dari Simon (1957) serta Model Inkremental dari Lindblom (1959). Adanya kompromi terhadap aturan birokrasi membuat sekolah terpaksa meluluskan siswa yang secara substantif kompetensi dasarnya belum benar-benar siap. Kendala mendasar yang ditemukan di antaranya adalah porsi nilai kognitif yang masih terlalu dominan, tingginya ketergantungan pada kebijakan pusat, serta minimnya partisipasi aktif dari orang tua murid. Oleh karena itu, studi ini menyarankan pihak sekolah untuk memperkuat bobot penilaian karakter, menyusun program remedial yang lebih terukur, dan membangun sinergi yang lebih erat dengan wali murid.